Lewati ke konten
Panduan · Persediaan

Cara Melakukan Stock Opname yang Benar (dan Contohnya)

Diperbarui 5 menit bacaOleh Tim Siriso ERP
Jawaban singkat

Stock opname adalah penghitungan fisik persediaan untuk dicocokkan dengan catatan sistem. Caranya: tentukan jadwal dan area, bekukan mutasi barang, hitung fisik (sebaiknya tanpa melihat angka sistem), bandingkan dengan catatan, selidiki selisih, lalu buat penyesuaian stok yang tercatat di jurnal.

Opname periodik vs cycle count

Opname periodikCycle count
CakupanSeluruh barang sekaligusSebagian barang bergiliran
FrekuensiBulanan, triwulan, atau akhir tahunHarian atau mingguan
OperasionalSering harus berhenti sementaraTetap berjalan

Langkah stock opname

  1. 1Tentukan tanggal, gudang, dan tim penghitung.
  2. 2Selesaikan penerimaan dan pengiriman yang tertunda, lalu bekukan mutasi barang.
  3. 3Cetak atau siapkan daftar barang tanpa kolom jumlah sistem (hitung buta).
  4. 4Hitung fisik per lokasi rak; barang rusak dan kedaluwarsa dipisahkan.
  5. 5Masukkan hasil hitung, bandingkan dengan jumlah sistem.
  6. 6Hitung ulang barang yang selisihnya besar, lalu cari penyebabnya.
  7. 7Setujui dan posting penyesuaian stok.

Contoh selisih dan pencatatannya

Sistem mencatat 120 botol, hasil hitung 116 botol, harga pokok Rp12.000. Selisih kurang 4 botol × Rp12.000 = Rp48.000. Jurnalnya: Debit beban selisih persediaan Rp48.000, Kredit persediaan Rp48.000.

Kenapa hitung buta (blind count) lebih akurat

Jika penghitung bisa melihat angka sistem, ada kecenderungan menyamakan hasil hitung dengan angka tersebut. Dengan hitung buta, selisih yang sebenarnya lebih mudah ditemukan.

Pertanyaan umum

Minimal sekali setahun untuk laporan keuangan. Untuk retail dan F&B, cycle count mingguan pada barang bernilai tinggi atau cepat laku sangat dianjurkan.

Artikel ini adalah informasi umum per 5 November 2026, bukan nasihat hukum atau pajak. Aturan dapat berubah; periksa peraturan terbaru atau konsultasikan dengan konsultan pajak untuk kasus Anda.